![]() |
| Kemenperin genjot ekosistem Fesyen daerah, IKM didorong kuasai pasar dalam negeri. (Dok. Ist) |
INDONESIATERKINI.ID — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem industri fesyen nasional berbasis potensi daerah sebagai strategi meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sekaligus memperluas dominasi produk lokal di pasar domestik.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penguatan tersebut dilakukan melalui pengembangan sentra industri, peningkatan kapasitas produksi, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku IKM fesyen di berbagai daerah.
Menurut Agus, industri fesyen skala kecil dan menengah memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui penciptaan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja.
“Kami terus mendorong penguatan sentra-sentra IKM sebagai pusat pertumbuhan industri di daerah yang berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Sentra industri jadi tulang punggung IKM Fesyen
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menegaskan bahwa pengembangan sentra industri fesyen menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing IKM nasional.
Ia mencontohkan Sentra Industri Fesyen Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang baru diresmikan pada Rabu (21/1/2026).
Sentra ini diharapkan menjadi pusat produksi strategis bagi pelaku IKM fesyen.
“Sentra ini kami dorong sebagai rumah produksi bersama sekaligus wahana peningkatan kapasitas pelaku IKM, mulai dari akses fasilitas produksi, pelatihan teknis, hingga penguatan manajemen usaha,” ungkap Reni.
Saat ini, sektor IKM pakaian jadi tercatat mencapai sekitar 590 ribu unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang.
Pengembangan sentra industri dinilai menjadi solusi konkret untuk memperkuat struktur industri nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Didukung fasilitas modern dan akses ekspor
Pengembangan Sentra Industri Fesyen Seri Kuala Lobam didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2024 dan 2025, serta DAK nonfisik pada 2025 guna memperkuat kapasitas kelembagaan pengelola sentra.
Sentra tersebut dilengkapi fasilitas produksi modern dan berlokasi strategis di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Kuala Lobam, yang menawarkan fasilitas bea ekspor dan impor nol persen.
Lokasinya juga dekat dengan negara tujuan ekspor utama seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.
Keunggulan ini diharapkan mampu menjadi pendorong bagi IKM fesyen di Bintan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas penetrasi pasar internasional.
Kinerja awal dinilai positif
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Ditjen IKMA Budi Setiawan menambahkan, meskipun baru beroperasi, Sentra Industri Fesyen Seri Kuala Lobam telah menunjukkan kinerja yang baik.
“Ke depan, kami berharap sentra ini dapat menjadi penghubung bagi pelaku IKM untuk masuk ke dalam rantai pasok industri besar di kawasan industri, serta mendorong terwujudnya kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” kata Budi.


