![]() |
| Ratusan anak korban gempa mengikuti kegiatan trauma healing di tenda sekolah pengganti di Kabupaten Manggarai. (Dok. Ist) |
INDONESIATERKINI.ID — Ratusan anak korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti kegiatan trauma healing di Kabupaten Manggarai untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka setelah bencana.
Kegiatan tersebut digelar Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Pinka Haprani bersama belasan relawan di tenda pengganti ruang kelas SD Inpres Robo dan SMPN Satap Robo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.
Anak-anak diajak kembali beraktivitas melalui permainan, menggambar, bernyanyi, membaca, mendengarkan dongeng, hingga bercerita. Mereka juga berinteraksi dengan relawan yang berasal dari sejumlah kampus di Ruteng, Kabupaten Manggarai.
“Kegiatan ini dalam rangka memulihkan trauma anak-anak pascagempa. Para korban berhak mendapat pendampingan psikososial,” kata Pinka, Jumat (4/9/2026).
Pendampingan psikososial untuk anak
Pinka menilai pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam penanganan korban bencana, terutama bagi anak-anak yang masih mengalami rasa takut dan kecemasan setelah gempa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Taruna Merah Putih Rio Dondokambey yang juga Anggota DPR RI Fraksi PDIP, serta Bendahara Umum DPP Taruna Merah Putih Stephanie Octavia.
Bupati Manggarai Heribertus Nabit juga hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi terhadap pendampingan bagi anak-anak korban gempa.
Program trauma healing direncanakan berlangsung selama 2-3 bulan ke depan untuk membantu proses pemulihan psikologis anak secara berkelanjutan.
Bantuan untuk anak dan keluarga korban
Selain kegiatan pemulihan psikologis, Pinka bersama relawan turut menyalurkan sejumlah bantuan kepada korban gempa.
Bantuan untuk anak-anak berupa buku gambar, buku cerita, bola voli, bola kaki, dua gitar akustik, dua set speaker portabel, serta 30 sepeda anak.
Sebanyak 700 paket sembako juga dibagikan kepada orang tua korban gempa. Sementara anak-anak PAUD menerima bantuan susu khusus.
Kepala SD Inpres Robo Selviani Diata mengapresiasi pendampingan yang diberikan karena siswa dari berbagai jenjang pendidikan masih membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi psikologis mereka.
“Pihak sekolah berharap kegiatan trauma healing dapat dilakukan secara terus-menerus hingga kondisi anak-anak benar-benar bebas dari rasa trauma dan terbiasa dengan gempa susulan,” kata Selviani.


