TSGoGSCpBSG0TpMiTSOlGfr9Td==

BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter di Perairan Indonesia 9-12 September

gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan indonesia
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia. (Ilusrasi/Ist)

INDONESIATERKINI.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 9-12 September 2026. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran sehingga masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan.

BMKG menjelaskan pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-20 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia Barat Kep. Nias hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Bali, dan Laut Sumbawa," tulis BMKG, Rabu (9/9/2026).

Pergerakan angin tersebut memicu peluang peningkatan tinggi gelombang di sejumlah laut dan selat. Gelombang pada kisaran 1,25-2,5 meter berpotensi muncul di wilayah yang tersebar dari bagian barat hingga timur Indonesia.

Perairan dengan gelombang 1,25-2,5 meter

Wilayah yang berpeluang mengalami gelombang 1,25-2,5 meter antara lain Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, dan Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta.

Potensi serupa juga terdapat di Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, serta Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur.

Di kawasan Sulawesi dan sekitarnya, gelombang dengan kisaran tersebut berpeluang terjadi di Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan. Laut Bali, Laut Sumbawa, Teluk Bone, dan Laut Flores juga masuk dalam wilayah yang perlu diwaspadai.

Potensi gelombang 1,25-2,5 meter turut mencakup Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Laut Seram, Laut Banda, serta sejumlah bagian Laut Arafuru.

Gelombang hingga 4 meter mengintai selatan Indonesia

Ancaman gelombang lebih tinggi berada di kisaran 2,5-4 meter. Potensinya terutama terdapat di sejumlah perairan Samudra Hindia di sebelah barat dan selatan Indonesia.

Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, barat Kepulauan Mentawai, barat Bengkulu, dan barat Lampung. Potensi gelombang tinggi juga mencakup Samudra Hindia selatan Banten, selatan Jawa Barat, serta selatan Jawa Timur.

BMKG juga memasukkan perairan selatan Bali, selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), dan selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 2,5-4 meter.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi aktivitas pelayaran karena tinggi gelombang dan kecepatan angin dapat meningkatkan risiko keselamatan di laut.

BMKG ingatkan nelayan dan pengguna kapal

BMKG memberikan perhatian khusus kepada nelayan dan operator kapal yang beraktivitas di wilayah dengan potensi cuaca laut tersebut. Tingkat risikonya perlu disesuaikan dengan jenis transportasi yang digunakan.

Untuk perahu nelayan, aktivitas dinilai berisiko ketika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang perlu mewaspadai kondisi dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter.

Sementara kapal feri perlu memperhatikan kondisi ketika kecepatan angin melampaui 21 knot dan tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter. Untuk kapal berukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar, BMKG mencantumkan ambang lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," imbaunya.

BMKG meminta masyarakat mengikuti informasi cuaca dan kondisi perairan sebelum melakukan aktivitas di laut. Kewaspadaan terutama diperlukan di wilayah yang masuk dalam daftar potensi gelombang tinggi selama periode 9-12 September 2026.

Ketik kata kunci lalu Enter

close