TSGoGSCpBSG0TpMiTSOlGfr9Td==

Erupsi Anak Krakatau, Personel TNI Bagikan Masker Buatan Warga dari Kain Perca

babinsa bagikan masker kain perca kepada warga saat erupsi anak krakatau
Babinsa Kelurahan Pesanggrahan membagikan masker kain perca kepada warga dan pengendara sebagai antisipasi abu vulkanik erupsi Anak Krakatau. (Dok. Ist)

INDONESIATERKINI.ID — Korem 051 Wijayakarta mengerahkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk membantu warga menghadapi potensi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Masker dibagikan kepada masyarakat dan pengendara sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Langkah tersebut dilakukan Babinsa Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dengan menggunakan masker yang dibuat warga setempat. Bahan yang digunakan berasal dari kain perca atau sisa kain dari industri konveksi dan penjahit di sekitar permukiman.

Pembantu Letnan Satu Kowad, Peltu (K) Atiek Koesoemawati, mengatakan pembuatan masker mendapat dukungan warga binaannya setelah adanya arahan dari Danrem 051 Wijayakarta dan Dandim 0504 Jakarta Selatan.

“Aksi cepat tanggap membuat masker untuk warga atas petunjuk dari Danrem 051 Wijayakarta dan Dandim 0504 Jakarta Selatan ini, ternyata mendapat dukungan penuh dari warga binaan saya di Kelurahan Pesanggrahan,” kata Peltu (K) Atiek dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Masker dibuat dari kain perca warga

Produksi masker dilakukan di ruang serbaguna Sekretariat RW 08 Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Atiek juga mengajak warga di sekitar RPTRA Puspita untuk ikut membuat masker dengan memanfaatkan banyaknya sisa kain dari usaha konveksi yang berada di lingkungan tersebut.

Sebelum digunakan, kain perca dicuci terlebih dahulu untuk memastikan bahan terbebas dari kuman maupun bakteri. Setelah itu, kain dipola dan dijahit secara manual menjadi masker yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Atiek menyebut pelaku usaha konveksi dan penjahit di sekitar lokasi turut memberikan bahan secara cuma-cuma setelah mengetahui tujuan pembuatannya.

“Alhamdulillah, pemilik konveksi dan tukang jahit di sini memberikan sisa kain secara cuma-cuma, setelah mengetahui jika masker untuk masyarakat dan pengendara,” imbuh Atiek.

Kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan warga dalam mendukung langkah tanggap terhadap kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau. Masker yang dibuat secara gotong royong kemudian disalurkan kepada warga dan pengguna jalan yang membutuhkan.

Pengendara merasa terbantu

Pembagian masker juga mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas. Sejumlah warga dan pengendara menyadari abu vulkanik dapat menjadi perhatian sehingga penggunaan masker dinilai membantu saat beraktivitas di luar rumah.

Salah seorang pengendara, Reza, mengaku terbantu setelah menerima masker dari Babinsa ketika sedang melintas. Ia mengatakan saat itu lupa membawa masker sendiri.

“Saya lupa bawa, untung ketemu ibu Babinsa yang bagi-bagi masker gratis ke seluruh pengendara yang melintas,” ujar Reza.

Reza, warga Ciputat, Tangerang Selatan, mengapresiasi respons cepat Korem 051 Wijayakarta. Menurutnya, pembagian masker tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ketik kata kunci lalu Enter

close